Kalau laki-laki suka minta PAP, VCS, apakah dia benar-benar cinta?
Kamu harus sadar, laki-laki yang benar tidak akan meminta tubuhmu untuk membuktikan cinta. Dia tidak akan meminta pap, video call sex, atau hal-hal yang menodai kehormatanmu. Karena bagi laki-laki yang benar, cinta itu penjagaan, bukan permintaan. Kalau dia terus meminta hal yang sepertinya tidak nyaman, itu tanda dia tidak menutup, dia hanya sedang menguji sejauh mana kamu bisa ia kuasai. Dan ketika dia sudah mendapat apa yang dia mau, dia akan pergi begitu saja. Tanpa rasa bersalah, tanpa rasa tanggung jawab. Sementara kamu? Kamu termasuk rasa malu, takut, dan penyesalan yang tidak pernah selesai.
Itu bukan cinta, itu kehancuran yang kamu biarkan terjadi karena kamu menolak berpikir.
Kamu boleh jatuh cinta, tapi jangan jatuh bodoh.
Kalau kamu harus menangis setiap malam demi seseorang yang tidak bisa menjagamu, itu bukan cinta. Kalau kamu harus menurunkan batas dan malu demi seseorang yang belum tentu menikahmu, itu bukan cinta. Kalau kamu harus menutupi kesalahan seseorang dengan alasan "aku sabar", itu bukan cinta, itu pengkhianatan terhadap diri sendiri.
Jangan biarkan dirimu menjadi cerita tragis berikutnya yang berakhir dengan kalimat, "aku hanya ingin dicintai."
Karena cinta yang benar tidak akan memintamu membuka baju, tapi membuka logika. Cinta yang benar tidak akan mengajakmu ke tempat mati, tapi mengajakmu tumbuh.
Dan cinta yang benar tidak akan membuatmu menangis setiap malam sambil bertanya, "aku salah apa?" Jadi, mulai hari ini, berhentilah menyebut pacaran sebagai bukti cinta.
Itu bukan bukti. Itu jalan yang sunyi menuju kehancuran yang kamu tempuh dengan sadar, kalau kamu tidak mau berpikir.
Bangunlah…
Sebelum semuanya terlambat.
Sebelum fotomu menjadi tontonan
Sebelum harga dirimu menjadi kandaan.
Dan sebelum kamu benar-benar kehilangan dirimu sendiri hanya karena seseorang yang bahkan tidak tahu cara mencintai.
Sumber: Buku Aksara Arga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar