Kamis, 11 April 2013

Renungan: Menikmati Senja dalam perahu Keselamatan.. :)



Renungan:

Suatu saat aku sedang menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh, kulihat Tuhan diruang pengemudi, ia menatapku dan berkata "Lepaskanlah tambatan tali itu, dan biarlah aku membawa engkau ke seberang. Sebab bukan rencanaKu engkau tertambat disini..."

Gelisah dan kuatir aku menjawab, "Tuhan bukankah lebih baik aku tetap disini? Aku tidak akan melihat taaufan dan badai dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau."
Dengan lembut, Ia memegangku, menatap mataku dan berkata,
" Jika engkau tidak mengalami taufan dan badai,
Engkau tidak akan pernah melihat, bahwa aku berkuasa atas semua itu."
Dalam pergumulanku, aku memandangi tali yang mengikat perahu....
Di tali itu, ku lihat ada rasa kuatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan, dan Masa Depan.

Dalam hatiku aku bertanya,
"Tahukah ia apa yang ingin aku inginkan ??
Meengertikah ia apa yang aku rindukan ???

Tuhan memelukku dan berkata lembut,
"memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kau inginkan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan...
Tapi maukah kau percaya, bahwa rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera, dan masa depanmu adalah masa depan yang penuh harapan?"

Ia memeluk dan menangis bersamaku...
Lalu dengan berat aku melepas tali perahuku..,
Kulepaskan semua rasa kuatir itu dari hatiku
Ku taruh hak atas masa depanku ditanganNya,
Aku tau bagaimana nanti masa depanku,
Tapi aku percaya Ia sudah ada disana...

Sambil menangis aku menatap-Nya dan berkata :
" Jadilah nahkoda dalam hidupku dan marilah kita berlayar bersama.."

"So do the best, Jesus Love You"

Anak Tikus,, mau seperti Kelelawar... ^^

Anak Tikus ...... "Mau Seperti Kelelawar ...."



Hujan selama seminggu membuat binatang-binatang melata berlindung dalam sarangnya masing-masing di bawah tanah. Induk dan anak tikus pun demikian. Seminggu setelah hujan berhenti, anak tikus mengajak induknya ke permukaan tanah, untuk menghirup udara segar dan sekalian jalan-jalan setelah seminggu mengurung diri dalam tanah. Induk tikus setuju dan mereka keluar dari sarangnya.

Sepanjang jalan, anak tikus tak henti-hentinya melihat ke kiri dan kanan seolah menikmati dan mengagumi kadaan di permukaan tanah. Ia berjalan, berlari, berlompatan riang. Ia bersuara seolah bersiul dan bernyanyi.... cckckckcckkc....cukc­uckcukkk.....ksiksik­sikskiskkk....dst dst. Riangnya bukan main. Maklum seminggu mengurung diri di lubang kecil dan gelap, sempit dan lembab

Sampailah induk dan anak tikus tersebut di bawah sebuah pohon beringin yang besar, tinggi dan lebat daunnya. Ketika mengangkat mukannya, anak tikus melihat beberapa ekor kelelawar yang sedang bergantungan. Sebentar ia melihat ke atas, kelelawar-kelelawar tersebut, sebentar-sebentar ia melihat dirinya dan wajah induknya.

Ada sesuatu yang membuatnya heran dan bertanya pada induknya,
"Ma ma..., yang bergantungan di atas sana, makhluk apa ?" tanyanya sambil terus memperhatikan kelelawar-kelelawar tersebut.
"Oooo...., itu namanya kelelawar" jawab induknya sambil mencari tempat empuk untuk istirahat. Anak tikus bertanya lagi :
"Ma...., Wajah kelelawar-kelawar itu seperti wajah kita...heheee..., kenapa mereka koq mirip dengan kita?" tanya anak tikus heran.
"Karena meraka dan kita berasal dari pencipta yang sama, sayang..." jawab induk tikus.
"Oooo, gitu ya ma. Tapiiii...., ma..., mereka mirip dengan kita dan kita dari pencipta yang sama, koq, mereka tinggalnya di atas, bisa bergantung dan terbang, kenapa kita tidak bisa ?" tanya anak tikus sambil mendekat ke arah batang pohon.

Induk tikus agak repot juga untuk menjawab pertanyaan anaknya. Husss..., anakku ini aneh-aneh aja pertanyaannya. Seumur-umurku belum ada pertanyan seperti ini untuk aku.

Kesal juga, tapi dia pun menjawab anaknya :
"Sayang...., kita memang mirip dan dari asal yang sama. Tapiiii, mereka dulu ikut Angkatan Udara, sedangkan kita Angkatan Darat. Makanya mereka bisa bergantungan dan terbang. sedangkan kita hanya bisa berjalan dan berlari." jawab induk seolah berusaha gak salah, agar gak dianggap bodok oleh anaknya.

"Ckckckckkk...hebat ya mereka. Ma, aku pingin jadi seperti mereka, ikut Angkatan Udara." seru anak tikus sambil berlari memanja pohon beringin itu.

Induk tikus sangat kaget dan berlari mengikuti anaknya sambil berteriak-teriak
memanggil ananya untuk turun dari pohon.
Sayang...turun sayang..., jangan ikuti mereka... Berbahaya. Nanti kamu jatuh dan mati...ksiksisksiksi­kk..." teriak induknya dengan penuh ketakutan.

Namun anak tikus tak menggubris panggilan dan larangan induknya. Ia terus naik dan berjalan perlahan menuju dahan ranting pohon. Hanya satu keinginannya, menjadi seperti kelelawar, bergantung dan berayun di ranting pohon, dan bisa terbang. Induknya terus berteriak mengingatkan dan melarang anaknya, karena pasti jatuh dan mati, dan karena memang tidak akan sama seperti kelelawar itu.

"Nak...turun naaakkk...., dengarkan mama...., turun nak, turuunnnn....., nanti kamu jatuh dan mati.... Ayo turuuunnnnn.....hiks­ hiks hiks hiks hiks hikkkkkkssss..."indu­k tikus menangis.

Anak tikus terus menuju ranting yang paling ujung dan ketika angin bertiup, ranting itu bergoyang, jatulah anak tikus itu....."Boooommmmm.­..... ppppppzzz....!" Laluuuu..... Mati.

Betapa sedih dan berdukanya induk tikus. Ia menangis dan berterik histeriz atas kematian anaknya. Berhari-hari ia mengurung diri, tak mau makan dan tak mau minum. Ia hanya menangis dan menangis. Badannya semakin kurus dan lemah. Seminggu kemudian, ia pun mati menyusul anaknya.


-----------------------------------------------------------------------------­--------------------­-----------------

Saya mengajak kita semua. SILAHKAN MEMBACA dengan SEKSAMA Ceritera di atas.... MENCARI "PESAN" ceritera yang hendak disampaikan lewat ceritera tsb.... MERENUNGKANnya....,d­an kemudian MENSHARINGKAN atau MENYAMPAIKAN "Pesan dan Makna" ceritera yang anda temukan.

GBU all ☺☺☺
-------------------------------­--------------------­--------------------­-----

Sumber: OINOS (Anggur Baru)

Ujian mendatangkan Berkat: Kisah Seekor Kupu-kupu

UJIAN MENDATANGKAN BERKAT



Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu.
Suatu hari ada lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.
Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.

Dia tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.


-------------------------------------------------------------------
Renungan :
Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita.
Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.
Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.


Saya memohon kekuatan dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya memohon kebijakan dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon kemakmuran dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja.
Saya memohon keteguhan hati dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi.
Saya memohon cinta dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon kemurahan/­kebaikan hati dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.


Mari belajar memahami kebaikan yang Tuhan selalu sediakan kepada kita.
Semoga...!!!

Katak & Dua Burung Elang

KATAK
&
DUA BURUNG ELANG


Suatu ketika dua ekor burung Elang bercakap-cakap mengenai perpindahan tempat tinggal mereka ke suatu tempat yang jauh.

Kemudian datang seekor Katak menyela pembicaraan mereka dan meminta mereka membawanya pergi bersama mereka.

Kedua burung Elang tadi setuju asalkan si Katak mencari cara agar mereka bisa membawanya terbang.

Si Katak pun membuat tali dari jemari dan meminta burung Elang yang satu mengigit ujung tali yang satu, dan Elang yang lain menggigit ujung yang lainnya lagi, sementara si Katak sendiri mengigit bagian tengahnya.

Dengan cara itu kedua burung Elang terbang sambil membawa si Katak dengan tali. Beberapa petani di bawah memperhatikan pemandangan aneh tersebut.

Mereka mengagumi alat perjalanan tersebut dan bertanya-tanya siapa yang dengan cerdik menemukan ide itu.

Si Katak yang tersanjung membuka mulutnya dan berkata “Itu aku!” . karena berbicara, maka si Katak pun terlepas dari tali yang digigitnya. Dia kehilangan pegangan, terhempas ke bumi dan tubuhnya hancur berkeping-keping.


Pesan dari Cerita ini:
Jagalah mulut kita agar tidak membanggakan diri kita sendiri. Jagalah mulut kita agar tidak menjelek-jelekan atau menggosipkan orang lain. Jagalah mulut kita agar tidak cenderung mengkritik sana sini. Jagalah mulut kita sebab kalau kita tidak menjaganya, kita bisa jatuh terhempas ke bumi dan hancur berkeping-keping.

Kadangkala Hidupmu Menangiss... :'(

KADANGKALA HIDUPMU MENANGIS



Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru. Jangan putus asa !! Bangkitlah !!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. Demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil. Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain? Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri? Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bias memilikinya.
Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air…Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas. Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !! Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman. Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu ! Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu. Bukankah untuk itu kau hidup? Untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU? Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.

Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu membuka tangan- Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya. AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!


Copy From Sheva Randev Arthur file

Beauty Of Life (Indahnya Kehidupan)

BEAUTY OF LIFE -INDAHNYA KEHIDUPAN



Hidup itu indah...
dan Keindahan itu hidup, dan sepatutnya menghidupkan.

Tak terbilangnya keindahan hidup yang diubah menjadi kemalangan,
dan tak terhitung banyaknya kehidupan yangg diubahkan menjadi kesengsaraan dan kematian.

Keindahan yang tiada terbandingkan di atas bumi ini, adalah ANDA. Diri dan hidup anda adalah kehindahan yang menakjubkan. Tuhan menjadikan anda sebegitu indahnya, jauh melebihi segala karya cipta lainnya yang dapat membuatmu merasa indahnya kehidupan. ANDA adalah KEINDAHAN itu sndiri.

Namun ingatlah....
KEINDAHAN yang teramat sempurna, yang dari padanya lahir dan mengalirlah segala keindahan ciptaa, yakni ALLAH, TUHAN-mu. Anda dijadikan oleh KEINDAHAN HATI ALLAH yang tak terbatas..,
itulah KASIH-NYA.
KASIH membuat anda semakin indah dan berkenan di hadapan Allah dan manusia.

Kehidupanmu semakin menampakan keindahan yang mengagumkan, jika Anda MENGASIHI.

Moga anda merasa indahnya hari ini, karena anda MENGASIHI dan DIKASIHI... dan pasti ALLAH MENGASIHI ANDA.

- have a nice-day & beatiful life -

Renungan: Masih adakah harapan ???

★♣ Masih adakah Harapan ???



Di sebuah kamar ada 4 lilin yg menyalah, sedikit demi sedikit lilin tersebut habis meleleh dan suasana terasa begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.



Yang pertama berkata: " Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja".



Yang kedua berkata: " Aku adalah Iman.

sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala." Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.



Dengan sedih giliran ketiga berbicara: " Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi untuk tetap menyala. manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya." Tanpa menunggu lama, maka matilah lilin ketiga.



Tanpa terduga.. seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam..

karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: " Apa, apa yang terjadi ?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan !"

Lalu ia menangis tersedu-sedu.



Lalu dengan terharu lilin keempat berkata: " Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan tetap menyala,

kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya."



Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin HARAPAN, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.



Ada yang tak pernah mati !!!

yang tak pernah mati hanyalah HARAPAN. Harapan yang ada dalam hati kita.

Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN - nya..